Tema : Fardhu Jum’at dan Rukun Khutbah Jum’at
Fardhu Jumat
Fardhu jum’at ada 3 jumlahnya. Yang pertama dan yang kedua Adalah membaca dua khutbah, Dimana khotib berdiri pada saat khutbah pertama dan kedua dan duduk diantara khutbah pertama dan kedua. Lamanya duduk diantara dua khutbah disunahkan ukuran membaca surat al Ikhlas dan disunahkan membacanya. Jika khotib tidak mampu khutbah sambil berdiri maka boleh baginya khutbah sambil duduk atau berbaring. Jika khotib khutbah sambil duduk maka pemisah diantara dua khutbah dengan cara diam, bukan dengan berbaring.
Dalam khutbah ada 5 rukun yang harus dikerjakan, yaitu :
- Membaca hamdalah
- Membaca sholawat nabi
- Washiat untuk bertakwa
- Membaca ayat al quran dalam salah satu dua khutbah
- Mendoakan Mukminin dan mukminat pada saat khutbah kedua
Disyaratkan bagi si khotib memperdengarkan khutbah kepada minimal 40 orang yang memenuhi syarat sah jum’at. Dan disyaratkan mualat diantara kalimat-kalimat khutbah dan diantara dua khutbah. Dan disyaratkan bagi si khotib menutup aurot dan suci dari hadats dan Najis baik pakaian badan ataypun tempat.
Fardhu jum’at yang ketiga Adalah sholat 2 raka’at secara berjama’ah dengan minimal 40 jama’ah yang memenuhi syarat sah jum’at. Dan disyaratkan pelaksanaan shalat jum’at setelah pelaksanaan dua khutbah.
Sabtu : 7 Juni 2026
Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I
Editor : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA
Sumber : Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani



