Tema : Rukun Shalat 11-18 – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Senin, 2 November 2026

Tema : Rukun Shalat 11-18

Tema : Rukun Shalat 11-18
Bagikan

Rukun Shalat 11-18

11. Duduk diantara dua sujud di setiap raka’at shalat. Baik bagi orang yang shalat berdiri ataupun tidur miring. Minimalnya duduk yaitu seseorang yang sholat memposisikan dirinya dalam keadaan duduk dengan tegak kemudian diam ukuran membaca subhanallah. Jika seseorang duduk tidak sampai tegak maka sujudnya tidak sah. Dan wajib bermaksud duduk Ketika bangun untuk duduk, bukan karena kaget di depannya ada kala jengking atau yg lainnya. Maksimalnya duduk diantara dua sujud yaitu dengan menambahkan doa yang sudah warid Ketika duduk.

Yaitu sebagi berikut :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berikan aku petunjuk, berikan aku kesehatan, dan maafkan aku.”

12. Tuma’ninah di dalam duduk diantara dua sujud yaitu dengan memposisikan semua anggota badannya seperti orang duduk, sekiranya dianggap memisahkan antara bangun dan turunnya sesorang dari sujud

13. Duduk akhir, yaitu duduk yang ada di tiap raka’at akhir shalat atau duduk yang diiringi dengan salam. Diwajibkannya duduk akhir karena di dalamnya terdapat bacaan yang wajib dibaca.

14. Tasyahud di dalam duduk akhir. Minimal lafadz tasyahud adalah sebagai berikut :

Minimal tasyahud :

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

 

Maksimal tasyahud :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله

 

15. Membaca sholawat kepada nabi di dalam duduk akhir setelah membaca tasyahud. Minimal bacaan sholawat kepada nabi adalah sebagai berikut :

Minimal bacaan sholawat kepada nabi di dalam duduk akhir :

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ

 

16. Salam yang pertama. Wajib membaca salam dalam keadaan duduk. Minimal salam adalah sebagai berikut :

Minimal bacaan salam :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

Maksimal bacaan salam :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

 

17. Niat keluar shalat. Waktunya beriringan dengan membaca salam pertama. Namun niat keluar shalat merupakan pendapat yang tidak unggul. Pendapat lain yang lebih unggul menyatakan bahwa niat keluar shalat hukumnya tidak wajib.

18. Tartib. Yaitu meruntutkan semua rukun shalat dari awal sampai akhir sesuai dengan urutannya. Kecuali niat beserta takbirotul ihram dan duduk akhir beserta tasyahud akhir.

 

 

Sabtu : 13 Juni 2026

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I

Editor  : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA

Sumber: Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani

SebelumnyaTema : Fardhu Jum'at dan Rukun Khutbah Jum'atSelanjutnyaTema : Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021