Tema : Ramadhan dan Keutamaannya – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Minggu, 19 April 2026

Tema : Ramadhan dan Keutamaannya

Tema : Ramadhan dan Keutamaannya
Bagikan

Ramadhan dan Keutamaannya

 

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan pendidikan ruhani. Di dalamnya terdapat madrasah keimanan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, serta kepedulian sosial. Di dalam bulan Ramadhan ada kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu berpuasa bagi seseorang yang memenuhi syarat wajib untuk berpuasa. Sesuai dengan firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Banyak keutamaan bagi orang yang berpuasa diantaranya adalah yang dijelaskan dalam hadits qudsi berikut :

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman : Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Makna dari hadits di atas bahwasanya puasa memiliki keistimewaan luar biasa dibanding ibadah lain karena merupakan rahasia murni antara hamba dan Allah. Pahala puasa tidak dilipatgandakan dengan hitungan standar 10-700 kali, melainkan Allah langsung yang memberikan ganjaran tanpa batas karena keikhlasannya.

Tidak seperti shalat, zakat, atau haji yang bisa dilihat orang, puasa adalah ibadah batin yang terhindar dari penyakit riya, sehingga pelakunya benar-benar ikhlas karena Allah. Puasa mencakup tiga bentuk kesabaran: sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan yang diharamkan, dan sabar atas rasa lapar dan lemah, menjadikannya ibadah yang sangat berat sekaligus bernilai tinggi.

Selain itu bulan Ramadhan bulan yang amat mulia sehingga kedatangannya dinanti-nanti dan kepergiannya ditangisi. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah

إِذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْمَلَائِكَةُ مُصِيبَةً لِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ مُصِيبَةٍ هِيَ؟ قَالَ: ذَهَابُ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَقَاتِ مَقْبُولَةٌ وَالْحَسَنَاتِ مُضَاعَفَةٌ وَالْعَذَابَ مَدْفُوعٌ.

 

Artinya: “Ketika datang malam terakhir Ramadhan, langit, bumi, dan para malaikat menangis karena musibah yang menimpa umat Muhammad SAW. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, musibah apakah itu? Rasulullah menjawab: Perginya bulan Ramadhan, karena sesungguhnya doa-doa di bulan Ramadhan dikabulkan, sedekah diterima, kebaikan dilipatgandakan, dan azab ditolak

 

Sabtu     : 14 Februari 2026

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I

Editor    : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA

 

SebelumnyaMalam Nisfu Sya’ban dan Rahasia di BaliknyaSelanjutnyaTema : Syarat Sah Shalat
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021