Tema : Hikmah Dibalik Mudik Lebaran – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Minggu, 19 April 2026

Tema : Hikmah Dibalik Mudik Lebaran

Tema : Hikmah Dibalik Mudik Lebaran
Bagikan

HIKMAH DIBALIK MUDIK LEBARAN

Istilah lebaran dan idul fitri sering kita dengar di kalangan masyarakat, namun perlu diketahui bahwa kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda.

Dalam bahasa Jawa, kata ‘Lebaran’ berasal dari kata “wisbar” yang berarti sudah selesai (dalam hal ini sudah selesai menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan). Kata “bar” sendiri merupakan bentuk pendek dari kata “lebar” yang artinya selesai dalam bahasa Jawa

Sedangkan ‘Idul Fitri berasal dari Bahasa Arab, ‘Id artinya kembali, Fitri artinya suci. Jadi ‘idul fitri dapat diartikan kembali suci. Dikatakan demikian karena umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya akan dihapus dosa-dosanya sehingga bersih dan suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Semua umat muslim bisa berlebaran tapi tidak semua umat muslim akan merasakan idul fitri. Karena umat muslim yang merasakan idul fitri hanyalah mereka yang di bulan Ramadhan melaksanakan puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang diperintah oleh Allah dan rosulnya.

Salah satu tradisi ketika datangnya hari raya idul fitri adalah mudik atau pulang kampong. Ini bukan sekedar tradisi, tapi banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Salah satu hikmahnya adalah kita dapat bersillaturahim kepada kedua orangtua kita untuk meminta maaf dan meminta ridonya.

Dari sahabat Anas bin Malik ra., katanya : “Pada suatu hari, Rasulullah saw. menaiki mimbar. Ketika Beliau menaiki anak tangga yang pertama, Beliau mengucapkan “Amin”. Selanjutnya, ketika Beliau menaiki anak tangga kedua, Beliau juga mengucapkan “Amin”, dan ketika menaiki anak tangga ketiga, Beliau pun mengucapkan “Amin”. Akhirnya Beliau sampai di atas mimbar lalu duduk. Kemudian sahabat Muaz bin Jabal bertanya : “Baginda tadi, ketika menaiki anak tangga mimbar mengucapkan amin sampai tiga kali. Apakah hikmatnya. Ya Rasulullah?”.

Beliau menjawab : “Tadi Jibril telah datang kepadaku lalu berkata : “Hai Muhammad, barangsiapa mendapati bulan Ramadan, namun dia tidak berpuasa sampai akhir bulan dan tidak mendapatkan ampunan, maka dia akan masuk neraka. Semoga dia dijauhkan Allah dari rahmat-Nya, amin. “Maka akupun mengaminkannya pula. Kemudian, Jibril berkata pula : “Barangsiapa mendapati kedua ibu-bapaknya atau salah satu dari keduanya di kala tua mereka, dan dia tidak berbakti kepada keduanya, lalu dia mati, maka dia akan masuk neraka. Semoga dia dijauhkan Allah dari rahmat-Nya, amin!”. Lalu aku pun mengaminkannya pula. Kemudian Jibril berkata pula :””Barangsiapa yang disebutkan namamu di sisinya, tetapi dia tidak mengucapkan salawat untukmu, maka dia akan masuk neraka. Semoga dia dijauhkan Allah dari rahmat-Nya, amin!”. Lalu akupun ikut mengaminkannya”.

Dari hadits di tersebut dapat disimpulkan bahwa mudik bukan hanya sekedar tradisi, melainkan ada perintah di dalamnya yaitu untuk berbakti kepada kedua orangtua kita. Salah satu bentuk bakti kepada mereka berdua adalah dengan menjenguknya. Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 

Ahad   : 12 April 2026

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I

Editor  : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA

Sumber: Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani

SebelumnyaTema : Syarat Sah Shalat
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021