PENGERTIAN YATIM PIATU SERTA HIKMAH DAN KEUTAMAAN MENYANTUNINYA – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Senin, 2 November 2026

PENGERTIAN YATIM PIATU SERTA HIKMAH DAN KEUTAMAAN MENYANTUNINYA

PENGERTIAN YATIM PIATU SERTA HIKMAH DAN KEUTAMAAN MENYANTUNINYA
Bagikan

Sering kita dengar dan temui dalam lingkungan di sekitar kita tentang anak yatim piatu. Ada 2 istilah yang harus kita fahami yaitu yatim dan piatu

Yatim adalah seorang anak yang belum baligh yang ditinggal wafat oleh ayahnya. Dari pengertian tersebut dapat difahami bahwa syarat seorang dikatakan yatim adalah sebagai berikut :

  1. Belum baligh. Anak yang sudah baligh walau ditinggal wafat oleh ayahnya tidak dikategorikan anak yatim. لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ Tidak ada keyatiman setelah mimpi [Sunan Abu Dawud, no. 2873 dan dihukumi shahih oleh syaikh al-Albani]
  2. Ditinggal ayahnya karena wafat bukan karena kabur. Seorang anak yang ditinggal kabur oleh ayahnya walaupun belum baligh tidak dikategorikan yatim. Begitupula anak yang ditinggal wafat oleh ibunya, yang sering kita sebut dengan sebutan piatu. Piatu tidak disebut yatim karena kematian ayahlah yang bisanya membuat seorang anak lemah dan kehilangan nafkah, karena memberi nafkah adalah tugas ayah bukan ibu.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa yatim adalah seorang anak yang belum baligh yang ditinggal wafat oleh ayahnya, sedangkan piatu adalah seorang anak yang belum baligh yang ditinggal wafat oleh ibunya, sedangkan yatim piatu adalah seorang anak yang belum baligh yang ditinggal wafat oleh ayah dan ibunya.

Banyak ayat al quran dan hadits yang menyuruh kita untuk menyantuni anak yatim. bahkan banyak sekali yang menjelaskan tentang hikmah dan keutamaan menyantuninya. Berikut beberapa hikmah dan keutamaan menyantuni anak yatim.

  1. Akan bersama rosulullah saw di surga

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya”

  1. Melunakkan Hati Keras Manusia

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا شَكَا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ قَسْوَةَ قَلْبِهِ، فَقَالَ: إِنْ أَرَدْتُ أَنْ يَلِينَ، فَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ، وَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki mengeluh kepada Nabi saw tentang kekerasan hatinya, lalu beliau bersabda, “Jika kamu ingin melunakkan hati, usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.”

Dalam kitab Faidhul Qadir, Imam Al-Munawi berkata sebagai berikut;

أن اليتيم يمسح رأسه من أعلاه إلى مقدمه وغيره بعكسه قال زين الحافظ العراقي: وورد في حديث ابن أبي أوفى أنه يقال عند مسح رأسه جبر الله يتمك وجعلك خلفا من أبيك

“Sesungguhnya anak yatim diusap dari bagian atas kepalanya hingga bagian depannya. Selain anak yatim kebalikannya. Zainul Hafidz Al-Iraqi berkata; Terdapat dalam hadis Ibnu Abi Awfa bahwa ketika mengusap kepala anak yatim dianjurkan membaca; Jabarollaahu yutmaka wa ja’alaka kholfan min abiika (Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu).”

Mengusap kepala tersebut dianjurkan dilakukan sebanyak 3 kali, sesuai dengan hadits riwayat imam Ahmad bahwa Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib ketika masih kecil dan ayahnya Ja’far mati syahid dalam perang, dia diusap kepalanya oleh Nabi Saw sebanyak tiga kali. Abdullah bin Ja’far berkisah sebagai berikut:

“Kemudian Nabi Saw mengusap kepalaku sebanyak tiga kali. Setiap kali mengusap, beliau berdoa; Ya Allah, jadikanlah pengganti Ja’far pada anaknya.”

  1. Kebutuhan Hidupnya Akan Terpenuhi

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةًۗ وَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS Al baqoroh : 245)

  1. Akan Mendapatkan Perlindungan di Hari Kiamat

Rosulullah SAW bersabda :

“وَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ، لَا يُعَذِّبُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ رَحِمَ الْيَتِيمَ، وَلَانَ لَهُ فِي الْكَلَامِ، وَرَفَقَ لَهُ فِي الْمَسِيرَةِ، وَمَسَحَ رَأْسَهُ رَحْمَةً بِهِ، وَرَحِمَ ضَعْفَهُ، وَيُسِّرَ لَهُ أَمْرَهُ”

“Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran, sungguh Allah tidak akan mengadzab pada hari kiamat orang yang menyayangi anak yatim, lembut kepadanya dalam ucapan, bersikap ramah dalam pergaulannya, mengusap kepalanya karena kasih sayang, berbelas kasih terhadap kelemahannya, dan mempermudah segala urusannya.”

  1. Akan Mendapatkan Pahala Seperti Orang yang Jihad Fi Sabilillah

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ ضَمَّ ثَلَاثَةً مِنَ الْيَتَامَى فَأَنْفَقَ عَلَيْهِمْ حَتَّى يَسْتَغْنُوا، أَوْ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، كَائِنًا مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ. قَالَ: فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، اثْنَانِ؟ قَالَ: «وَاثْنَانِ»، قَالَ: أَرَى أَنَّ النَّاسَ لَوْ قَالُوا وَاحِدٌ، لَقَالَ: «وَوَاحِدٌ»، قَالَ: «وَمَنْ ضَمَّ يَتِيمًا لَهُ وَمَالًا إِلَيْهِ، كَانَ لَهُ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَكَالْقَائِمِ اللَّيْلَ، الصَّائِمِ النَّهَارَ، وَلَا يَقُومُ اللَّيْلَ، وَلَا يَصُومُ النَّهَارَ)رواه ابن ماجه رقم ٣٦٧٠(

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mengasuh tiga anak yatim lalu menafkahi mereka sampai mereka tidak membutuhkan lagi atau Allah mencukupi mereka, maka surga menjadi wajib baginya, tidak peduli amal apa yang ia lakukan.”Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau dua anak yatim? ”Beliau menjawab, “Juga dua.”Orang itu berkata, “Aku kira kalau mereka bertanya: ‘Bagaimana kalau satu?’ niscaya beliau akan menjawab: ‘Juga satu.’” Beliau bersabda: “Barangsiapa menanggung seorang anak yatim miliknya dan hartanya, maka dia seperti mujahid di jalan Allah, seperti orang yang qiyamul lail dan puasa di siang hari, padahal ia tidak berpuasa dan tidak pula salat malam.” (HR Ibnu Majah : 3670)

  1. Membawa Berkah Ke Dalam Rumah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ، وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ، أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَ ( رواه ابن ماجه رقم ٣٦٦٩)

“Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan ia diperlakukan dengan buruk. Aku dan orang yang menanggung anak yatim (akan bersama) di surga seperti ini.”Beliau pun menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah lalu merapatkannya.” (HR. Ibnu Majah : 3669)

Semoga penjelasan dan uraian di atas dapat menambah kepedulian dan kasih saying kita kepada anak-anak yatim. Semoga Allah senantiasa menanamkan rasa syukur di dalam hati kita dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita, agar selalu dilapangkan hatinya dalam berbuat baik. Aamiin.

Sabtu : 12 Juli 2025 M / 16 Muharram 1447 H

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I
Editor : Triarto Setiyo

Dokumentasi Kegiatan Santunan Anak Yatim
Bersama MT Irsyadul Ibad – Perumahan Panorama Kemang, Kab Bogor – RT 07 RW 015

SebelumnyaTema Kajian : KESUNAHAN-KESUNAHAN MANDISelanjutnyaKegiatan Kajian - Kesunahan² di Dalam Shalat
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021