Tema Kajian : Hikmah Dilahirkannya Seorang Anak Manusia
HIKMAH DILAHIRKANNYA SEORANG ANAK MANUSIA
Jika kita menyaksikan proses dilahirkannya seorang anak manusia, maka banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut. Maka sebagai manusia yang Allah berikan akal kita wajib mentadabburi semua itu. Berikut bebera hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa dilahirkannya anak manusia.
- Menyaksikan dan mengetahui kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Hikmah pertama yang dapat kita ambil dari peristiwa lahirnya seorang anak adalah kita dapat menyaksikan dan melihat langsung bukti kebesaran dan keagungan Allah SWT. Anak yang lahir dari Rahim seorang ibu Allah ciptakan secara sempurna dari segi fisik maupun lainnya, padahal asal muasal dari bayi yang lahir tersebut adalah sesuatu yang hina yaitu sperma.
Allah SWT berfirman dalam Q.S At Thariq ayat 5-8
فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ مِمَّ خُلِقَؕ ٥ خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍۙ ٦ يَّخۡرُجُ مِنۡۢ بَيۡنِ الصُّلۡبِ وَالتَّرَآٮِٕبِؕ ٧ اِنَّهٗ عَلٰى رَجۡعِهٖ لَقَادِرٌؕ ٨
Artinya : “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan (5). Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar (6). yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada (7). Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati) (8).” (Q.S At Thariq ayat 5-8)
Allah SWT menciptakan manusia dengan proses yang cukup panjang, dari mulai sperma sampai dijadikannya manusia dengan bentuk yang sempurna
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Mu’minun ayat 14
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ
Artinya : “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqah), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghah), lalu dari segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, kemudian Kami bungkus tulang belulang itu dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.” (Q S Al Mu’minun ayat 14)
Dari ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita sebagai manusia tidak pantas untuk memiliki sifat angkuh dan sombong, karena kita merupakan makhluk yang Allah ciptakan dari sesuatu yang dianggap hina yaitu sperma. Bahkan ketika kita dilahirkan ke dunia ini dalam keadan telanjang tanpa sehelai benang.
- Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita
Hikmah yang kedua tentunya kita sebagai manusia wajib bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, berupa nikmat pendengaran, penglihatan yang mana ketika dilahirkan ke dunia kita belum mengetahui apapun, sehingga dengan pendengaran dan penglihatan tersebut kita dapat mengetahui banyak pengetahuan.
Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nahl · Ayat 78
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya : “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur.” (Q.S An-Nahl · Ayat 78)
Cara mensyukuri nikmat Allah tersebut yaitu dengan cara menggunakan pendengaran dan penglihatan kita kepada hal-hal yag diridhoi Allah SWT.
- Pentingnya berbakti kepada kedua orangtua khususnya ibu
Hikmah ketiga adalah penting dan wajibnya berbakti kepada kedua orang tua terutama ibu. Perjuangan seorang ibu ketika melahirkan kita sangat luar biasa, perjuangannya antara hidup dan mati. Namun perjuangan seorang ibu bukan hanya ketika melahirkan, melainkan sebelum dan sesudah melahirkan pun mereka harus tetap berjuang untuk mengajar dan mendidik anak-anaknya.
Allah swt berfirman dalam Q.S Luqman Ayat 14 :
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Q.S Luqman Ayat 14)
- Anak merupakan titipan dari Allah SWT.
Anak adalah titipan dan amanah besar dari Allah SWT yang harus dijaga, dirawat, dan dididik dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran Islam, karena ia adalah ujian sekaligus perhiasan dunia yang akan membawa pahala besar jika dijalankan dengan baik, atau kerugian jika diabaikan.
Allah swt berfirman :
اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Artinya : “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar. (Q.S. At-Taghabun ayat 15)
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
Artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Q.S. Al-Kahfi Ayat 46)
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini adalah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat memperhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya. Karena harta dan anak pula, orang menjadi takabur dan merendahkan orang lain. Allah menegaskan bahwa keduanya hanyalah perhiasan hidup duniawi, bukan perhiasan dan bekal untuk ukhrawi. Padahal manusia sudah menyadari bahwa keduanya akan segera binasa dan tidak patut dijadikan bahan kesombongan
Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa yang patut dibanggakan hanyalah amal kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia sepanjang zaman sampai akhirat, seperti amal ibadah salat, puasa, zakat, jihad di jalan Allah, serta amal ibadah sosial seperti membangun sekolah, rumah anak yatim, rumah orang-orang jompo, dan lain sebagainya. Amal kebajikan ini lebih baik pahalanya di sisi Allah daripada harta dan anak-anak yang jauh dari petunjuk Allah swt, dan tentu menjadi pembela dan pemberi syafaat bagi orang yang memilikinya di hari akhirat ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat.
Ahad : 28 Desember 2025
Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I
Editor : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA



