Tema : Sunnah Haihat – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Senin, 2 November 2026

Tema : Sunnah Haihat

Tema : Sunnah Haihat
Bagikan

SUNNAH HAIHAT

 

Sunah haihat yaitu seluruh ucapan atau pekerjaan yang tidak termasuk rukun dan sunah ab’adl. Berikut ucapan dan pekerjaan dalam shalat yang termasuk sunah haihat :

  1. Mengangkat kedua tangan ketika takbirotul ihram, hendak ruku’ dan I’tidal. Caranya dengan mengangkat kedua tangan bersamaan dengan ucapan “Allahu Akbar”. Posisikan telapak tangan terbuka menghadap kiblat, dengan ujung jari sejajar bagian atas telinga atau ibu jari sejajar daun telinga, dan posisi tangan sejajar pundak. Jari-jari tangan direnggangkan secukupnya, tidak terlalu rapat maupun lebar
  2. Meletakkan telapak tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri dan memposisikannya di bawah dada dan di atas pusar
  3. Membaca do’a iftitah

Lafadz Do’a iftitah :

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya : “Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya. Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang lurus dan bukan musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanya untuk Allah semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku termasuk muslim.”

  1. Membaca ta’awudz setelah membaca do’a iftitah

Lafadz Ta’awudz :

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya : “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

  1. Mengeraskan suara pada shalat jahriyyah, yaitu shalat subuh, dua rakaat awal shalat maghrib dan isa, shalat jum’at dan shalat 2 hari raya.
  2. Memelankan suara pada shalat sirriyyah, yaitu selain shalat-shalat jahriyyah
  3. Membaca “aamiin” selesai membaca Fatihah, baik di dalam shalat maupun diluar shalat. Dalam praktiknya membaca aamiin harus sesuai Panjang pendeknya, sebab jika salah baca Panjang pendeknya akan mempengaruhi maknanya
  4. Membaca surat setelah membaca Fatihah

disunahkan dalam membaca surat urutannya sesuai yang ada dalam mushaf quran, yaitu dari surat al baqoroh sampai surat Annas, membaca full satu surat walaupun pendek lebih baik daripada membaca surat yang Panjang tetapi tidak full membacanya.

  1. Membaca takbir intiqol Ketika hendak ruku’, sujud dan bangun dari sujud
  2. Membaca sami ‘Allahu liman hamidah Ketika hendak I’tidal

Dan membaca robbana lakal hamdu Ketika I’tidal

Lafadz doa I’tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

  1. Membaca tasbih ruku’

Lafadz tasbih ruku’ :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung, dan dengan memuji-Nya”

Dan membaca tasbih sujud

Lafadz tasbih sujud :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Artinya : “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya”

  1. Meletakan kedua tangan di atas paha Ketika duduk saat tasyahud awal dan tasyahud akhir, membuka tangan kirinya sekiranya ujung jarinya sejajar dengan lutut dan menggegam tangan kanan kecuali telunjuknya. Menunjuk dengan jari telunjuk saat menucapkan لا إله إلا الله (Lā ilāha illallāh), namun tidak menggerak-gerakannya.
  2. Duduk iftirosy di seluruh duduk yang ada dalam shalat, kecuali duduk tahiyyat akhir. Duduk iftirosy yaitu dengan cara duduk di atas telapak kaki kiri yang direbahkan (diduduki), sementara telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap kiblat
  3. Duduk tawarruk pada saat tahiyyat akhir, kecuali bagi makmum masbuq. Yaitu dilakukan dengan cara menegakkan telapak kaki kanan, menghamparkan atau mengeluarkan kaki kiri ke depan di bawah betis kaki kanan, sehingga pinggul duduk langsung menyentuh lantai.
  4. Mengucapkan salam yang kedua

Lafadz salam :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Artinya : “Semoga keselamatan, rahmat Allah, senantiasa tercurah kepada kalian.”

 

 

Sabtu : 15 Agustus 2026

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I

Editor  : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA

Sumber: Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani

 

SebelumnyaTema : Shalat Sunah IstisqaSelanjutnyaTema : Shalat Khouf
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021