Tema : Hal-hal yang Membatalkan Shalat – irsyadul-ibad.com
  • Selamat Datang di Situs Resmi Majelis Ta'lim Irsyadul Ibad Yang Di Kelola Oleh Pengurus
Senin, 2 November 2026

Tema : Hal-hal yang Membatalkan Shalat

Tema : Hal-hal yang Membatalkan Shalat
Bagikan

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT

 

Sholat merupakan ibadah yang memiliki aturan dan tata cara tertentu. Agar sholat sah, seorang muslim harus memperhatikan syarat, rukun, serta hal-hal yang dapat membatalkannya. Karena itu, memahami perkara yang membatalkan sholat sangat penting agar ibadah yang dilakukan tetap sesuai dengan ketentuan syariat.

Dalam materi ini dijelaskan bahwa terdapat sebelas perkara yang dapat membatalkan sholat. Setiap perkara perlu dipahami dengan baik agar seseorang dapat menghindarinya ketika sedang melaksanakan sholat.

  1. Berbicara dengan Sengaja

Perkara pertama yang membatalkan sholat adalah berbicara dengan sengaja menggunakan perkataan yang layak digunakan dalam percakapan antarmanusia, baik pembicaraan tersebut berkaitan dengan sholat maupun tidak.

Ketika seseorang sedang sholat, ia harus menjaga kekhusyukan dan tidak melakukan percakapan seperti ketika berada di luar sholat. Oleh karena itu, berbicara dengan sengaja menjadi salah satu perkara yang membatalkan sholat.

  1. Melakukan Gerakan yang Banyak dan Terus-Menerus

Perkara kedua adalah melakukan banyak gerakan secara terus-menerus, seperti melakukan tiga langkah atau gerakan yang dipandang banyak menurut kebiasaan.

Gerakan yang dilakukan dengan sengaja ataupun karena lupa, apabila termasuk gerakan yang banyak dan terus-menerus, dapat membatalkan sholat.

Adapun gerakan yang sedikit tidak sampai membatalkan sholat. Karena itu, seseorang yang sedang sholat hendaknya berusaha tenang dan tidak melakukan gerakan yang tidak diperlukan.

  1. Terkena Hadats Kecil

Perkara ketiga adalah terjadinya hadats kecil ketika sedang sholat.

Hadats kecil merupakan keadaan yang menyebabkan seseorang harus berwudhu kembali sebelum melaksanakan ibadah tertentu. Apabila hadats terjadi ketika seseorang sedang sholat, maka sholatnya menjadi batal.

Karena itu, seorang muslim hendaknya memastikan kesucian dirinya sebelum memulai sholat.

  1. Terkena Najis yang Tidak Dimaafkan

Perkara keempat adalah terkena najis yang tidak termasuk najis yang dimaafkan.

Kesucian badan, pakaian, dan tempat sholat merupakan hal yang harus diperhatikan. Apabila pakaian seseorang terkena najis ketika sedang sholat, kemudian ia segera menghilangkannya dalam waktu yang singkat, maka berdasarkan materi ini sholatnya tidak batal.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya segera menghilangkan najis apabila diketahui ketika sedang melaksanakan sholat.

  1. Terbukanya Aurat dengan Sengaja

Perkara kelima adalah terbukanya aurat dengan sengaja.

Menutup aurat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat. Oleh sebab itu, seseorang harus memastikan pakaian yang dikenakannya dapat menutup aurat dengan baik.

Namun, apabila aurat terbuka karena suatu kejadian yang tidak disengaja, misalnya tertiup angin, kemudian segera ditutup kembali dalam waktu yang singkat, maka sholatnya tidak batal menurut penjelasan materi ini.

  1. Mengubah Niat Sholat

Perkara keenam adalah mengubah niat sholat, misalnya seseorang memiliki niat untuk keluar atau berhenti dari sholat yang sedang dikerjakannya.

Niat memiliki kedudukan penting dalam ibadah sholat. Oleh karena itu, seseorang hendaknya mempertahankan niatnya untuk menyelesaikan sholat sesuai dengan ibadah yang sedang dilaksanakan.

  1. Berpaling dari Kiblat

Perkara ketujuh adalah membelakangi atau berpaling dari arah kiblat.

Menghadap kiblat merupakan bagian yang harus diperhatikan dalam sholat. Karena itu, seseorang tidak boleh dengan sengaja memposisikan tubuhnya sehingga kiblat berada di belakangnya.

Menjaga posisi tubuh tetap menghadap kiblat juga merupakan salah satu bentuk kesungguhan dalam melaksanakan sholat dengan tertib.

  1. Makan ketika Sholat

Perkara kedelapan adalah makan ketika sedang melaksanakan sholat.

Makan, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit, termasuk perkara yang membatalkan sholat sebagaimana dijelaskan dalam materi ini.

Sholat membutuhkan konsentrasi dan kekhusyukan. Karena itu, berbagai aktivitas yang tidak berkaitan dengan sholat harus ditinggalkan selama seseorang sedang melaksanakan ibadah tersebut.

  1. Minum ketika Sholat

Perkara kesembilan adalah minum ketika sedang melaksanakan sholat.

Sebagaimana makan, minum dalam jumlah banyak maupun sedikit dapat membatalkan sholat. Seseorang hendaknya mempersiapkan dirinya sebelum sholat, termasuk memenuhi kebutuhan makan dan minum terlebih dahulu apabila diperlukan.

Materi juga memberikan pengecualian dalam kondisi seseorang tidak mengetahui keharaman perbuatan tersebut.

  1. Tertawa

Perkara kesepuluh adalah tertawa ketika sedang sholat.

Tertawa yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah tertawa yang jelas atau terbahak-bahak. Sebagian ulama menyebutnya dengan istilah dahq, yaitu tertawa dengan suara yang nyata.

Sholat hendaknya dilakukan dengan tenang, penuh penghormatan, dan khusyuk. Oleh karena itu, seorang muslim perlu menjaga sikap dan konsentrasinya agar tidak mudah tertawa ketika sedang sholat.

  1. Murtad

Perkara kesebelas adalah murtad, yaitu keluar dari Islam melalui ucapan atau perbuatan.

Murtad merupakan perkara yang sangat serius karena berkaitan dengan keimanan seseorang. Apabila seseorang keluar dari Islam, maka amal ibadahnya tidak lagi berada dalam keadaan sebagai seorang muslim.

Karena itu, seorang muslim harus menjaga keimanannya dan berhati-hati dalam ucapan maupun perbuatan yang berkaitan dengan akidah.

Ringkasan Sebelas Pembatal Sholat

Secara singkat, sebelas perkara yang membatalkan sholat dalam materi ini adalah:

  1. Berbicara dengan sengaja.
  2. Melakukan banyak gerakan secara terus-menerus.
  3. Mengalami hadats kecil.
  4. Terkena najis yang tidak dimaafkan.
  5. Membuka aurat dengan sengaja.
  6. Mengubah niat sholat.
  7. Berpaling atau membelakangi kiblat.
  8. Makan ketika sholat.
  9. Minum ketika sholat.
  10. Tertawa dengan suara yang jelas.
  11. Murtad atau keluar dari Islam.

Penutup

Mengetahui hal-hal yang membatalkan sholat merupakan bagian dari upaya menjaga kesempurnaan ibadah. Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk mengetahui cara melaksanakan sholat, tetapi juga harus memahami perkara-perkara yang dapat merusak atau membatalkannya.

Dengan memahami sebelas perkara tersebut, diharapkan kita dapat lebih berhati-hati ketika melaksanakan sholat, menjaga ketenangan, mempertahankan niat, menghadap kiblat, menjaga kesucian, menutup aurat, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat membatalkan sholat.

Inti pembelajaran: Sholat bukan hanya tentang berdiri, rukuk, dan sujud, tetapi juga tentang menjaga aturan, kesucian, ketenangan, niat, dan penghormatan kepada Allah SWT.

 

 

 

 

Sabtu : 29 Agustus 2026

Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I

Editor  : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA

Sumber: Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani

 

SebelumnyaTema : Hal-hal yg Berbeda Antara Laki-laki dan Perempuan di dalam ShalatSelanjutnyaTema : Ketentuan Pakaian dalam Syari'at Islam
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis Ta'lim - Irsyadul Ibad
Perumahan Panorama Kemang - Blok i - RT 07 RW 15
Tahun Berdiri2021