Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/ 2025 M : Warga Perum Panorama Kemang Bogor RT 07 RW 15 Musholla Al Ittihad Blok J
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Warga Perum Panorama Kemang Bogor RT 07 RW 15 Musholla Al Ittihad Blok J
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, warga RT 07 RW 15 menggelar acara penuh makna di Musholla Al Ittihad Blok J pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga, tokoh masyarakat, remaja musholla, serta anak-anak yang dengan antusias memeriahkan acara penuh berkah tersebut.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qori muda, Ananda Miftah Muhammad Abdurrazaq, yang membacakan dengan suara merdu dan menyentuh hati. Selanjutnya, hadroh dari Pesantren Al-Qur’an Haqqottilawah turut memeriahkan suasana dengan shalawat dan puji-pujian kepada Rasulullah SAW, menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada junjungan alam.
Puncak acara diisi dengan tausiah Maulid oleh Ustadz Abdul Muhyi Ismail, S.H.I., M.Pd.I, yang menyampaikan pesan-pesan penuh hikmah tentang meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Makna dan Tujuan Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, namun menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW serta memperdalam pemahaman tentang ajaran dan keteladanan beliau. Rasulullah tidak hanya membawa risalah Islam, tetapi juga menjadi teladan sempurna dalam akhlak, kepemimpinan, kesabaran, dan kasih sayang.
Materi Tausiah: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Muhyi Ismail menyampaikan beberapa poin penting tentang teladan Nabi Muhammad SAW yang patut kita amalkan, di antaranya:
1. Kejujuran (Ash-Shiddiq)
Rasulullah SAW dikenal sebagai Al-Amin (orang yang terpercaya). Dalam setiap aspek kehidupan, beliau menanamkan nilai kejujuran. Umat Islam hendaknya menjadikan kejujuran sebagai dasar dalam berdagang, bekerja, dan bermasyarakat.
2. Amanah dan Tanggung Jawab
Rasulullah selalu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, baik amanah sebagai pemimpin, sahabat, maupun kepala keluarga. Ini menjadi contoh agar umat Islam tidak mengkhianati kepercayaan yang diberikan.
3. Kasih Sayang dan Kepedulian Sosial
Nabi SAW memiliki kasih sayang yang luar biasa terhadap umat manusia, termasuk anak-anak, fakir miskin, dan hewan. Beliau bersabda: “Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)
4. Kesabaran dalam Ujian
Dalam dakwahnya, Rasulullah menghadapi banyak ujian: dicaci, dilempari, bahkan diusir dari Makkah. Namun beliau tetap sabar dan mendoakan kebaikan bagi umatnya. Sifat sabar ini menjadi pelajaran berharga bagi kita agar tidak mudah putus asa menghadapi kesulitan hidup.
5. Keadilan dan Rendah Hati
Rasulullah selalu adil, bahkan terhadap musuhnya. Beliau juga tidak pernah sombong meski menjadi pemimpin tertinggi umat Islam. Dalam kehidupan bermasyarakat, beliau senantiasa duduk bersama sahabatnya tanpa membedakan status sosial.
Harapan dan Penutup
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga RT 07 RW 15 berharap dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Muhyi Ismail, S.H.I., M.Pd.I,, diiringi dengan harapan agar lingkungan RT 07 RW 15 selalu diberkahi Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, dan menjadi masyarakat yang religius serta berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Senin : 20 Oktober 2025
Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I
Editor : Triarto Setiyo










