Tema : Sunnah Haihat 1-6
SUNNAH HAIHAT
Sunah haihat yaitu seluruh ucapan atau pekerjaan yang tidak termasuk rukun dan sunah ab’adl. Berikut ucapan dan pekerjaan dalam shalat yang termasuk sunah haihat :
- Mengangkat kedua tangan ketika takbirotul ihram, hendak ruku’ dan I’tidal. Caranya dengan mengangkat kedua tangan bersamaan dengan ucapan “Allahu Akbar”. Posisikan telapak tangan terbuka menghadap kiblat, dengan ujung jari sejajar bagian atas telinga atau ibu jari sejajar daun telinga, dan posisi tangan sejajar pundak. Jari-jari tangan direnggangkan secukupnya, tidak terlalu rapat maupun lebar
- Meletakkan telapak tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri dan memposisikannya di bawah dada dan di atas pusar
- Membaca do’a iftitah
Lafadz Do’a iftitah :
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya : “Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya. Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang lurus dan bukan musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanya untuk Allah semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku termasuk muslim.”
- Membaca ta’awudz setelah membaca do’a iftitah
Lafadz Ta’awudz :
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya : “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
- Mengeraskan suara pada shalat jahriyyah, yaitu shalat subuh, dua rakaat awal shalat maghrib dan isa, shalat jum’at dan shalat 2 hari raya.
- Memelankan suara pada shalat sirriyyah, yaitu selain shalat-shalat jahriyyah
Sabtu : 25 Juli 2026
Penulis : Mohamad Endang Sudrajat, S.Pd.I
Editor : Triarto Setiyo, S.Kom, CPS, C.SA
Sumber: Kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al Ghazi dan Tausyeh Fathul Qorib karya Syaikh Nawawi al-Bantani




